BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS

Selasa, 30 Juni 2009

PARADE MUSIK PAHLAWAN

Melihat fenomena dunia musik di Indonesia pada umumnya dan di Kalimantan Timur pada khususnya, satu hal yang sangat dominan; yaitu musik benar-benar memiliki potensial yang tinggi untuk menjadi komoditi bagi masyarakat Kalimantan Timur khususnya para generasi muda. Generasi muda menjadikan musik sebagai wadah berekspresi, berkreasi dan pengapresiasian yang inovatif.
Kreativitas dalam apresiasi musik sangat dibutuhkan dan juga harus didukung oleh inovasi yang tinggi untuk menghasilkan karya-karya berkualitas. Selain sebagai wadah berkreasi dan mengasah kreatifitas, musik juga sering dijadikan sebagai sarana untuk menggambarkan kondisi sosial yang ada. Kondisi sosial yang penuh dengan dinamika kehidupan dengan segala keluh kesahnya yang setidaknya dapat menimbulkan rasa keprihatinan kita utuk peduli dan memperhatikan mereka.
Seseorang yang sukses dalam musik tentunya akan menghasilkan prestasi yang baik. Dengan prestasi dan disertai dengan perilaku dan moral yang baik serta didukung dengan hasil-hasil positif lainnya yang diraih dapat membuatnya menjadi contoh teladan di tengah-tengah masyarakat dan generasi muda khususnya.
Musik juga sangat diharapkan dapat menghindarkan generasi muda dari perilaku dan pengaruh negatif yang sekarang ini begitu rentan berkembang di dalam masyarakat. Mengkonsumsi narkotika, minuman keras, tawuran, dan berjudi adalah sebagian dari perilaku negatif dan juga pengaruh-pengaruh budaya asing yang dapat merusak generasi muda yang artinya kehancuran masa depan bangsa.
Atas dasar pemikiran di atas, maka kamu dari Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Seni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman mencoba untuk menyalurkan bakat serta apresiasi musik generasi muda Kalimantan Timur dengan menggelar "Parade Musik Pahlawan IV" antar pelajar, mahasiswa, dan umum se-Kalimantan Timur 2004.
Kegiatan ini merupakan kegiatan keempat yang dilaksanakan, yamh sebelumnya telah dilaksanakan pada bulan April 2003 yang lalu dengan nama "Parade Musik Pahlawan III 2003", yang juga merupakan kelanjutan dari "Parade Musik Pahlawan II 2002" pada bulan Mei 2002 dan "Parade Musik Pahlawan I 2001" pada bulan April 2001 dengan memperebutkan piala bergilir Kapoltabes Samarinda. Diharapkan pelajar, mahasiswa, dan kalangan umum yang ada di Kalimantan Timur mampu bersaing dan membawa nama daerah dalam event-event sejenis yang lebih tinggi.

HUKUM BERMUSIK DAN BERNYANYI

Suatu masalah yang menimpa mayoritas umat manusia termasuk umat Islam
adalah masalah nyanyian dan musik. Terlepas dari hukum nyanyian dan musik
tersebut, mayoritas umat manusia dan juga umat Islam menyukai sesuatu
yang indah dan merdu didengar. Secara fitrah manusia menyenangi suara
gemercik air yang turun ke bawah, kicau burung dan suara
binatang-binatang di alam bebas, senandung suara yang merdu dan suara
alam lainnya. Nyanyian dan musik merupakan bagian dari seni yang
menimbulkan keindahan, terutama bagi pendengaran. Allah SWT. menghalalkan
bagi manusia untuk menikmati keindahan alam, mendengar suara-suara yang
merdu dan indah, karena memang itu semua itu diciptakan untuk manusia.
Disisi lain Allah SWT. telah mengharamkan sesuatu dan semuanya telah
disebutkan dalam Al-Qur`an maupun hadits Rasulullah saw. Allah SWT.
menghalalkan yang baik dan mengharamkan yang buruk. Halal dan haram telah
jelas. Rasulullah saw. bersabda:

`Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Diantara
keduanya ada yang syubhat, manusia tidak banyak mengetahui. Siapa yang
menjaga dari syubhat, maka selamatlah agama dan kehormatannya. Dan siapa
yang jatuh pada syubhat, maka jatuh pada yang haram` (HR Bukhari dan
Muslim).

Sehingga jelaslah semua urusan bagi umat Islam. Allah SWT. tidak
membiarkan umat manusia hidup dalam kebingungan, semuanya telah diatur
dalam Syariah Islam yang sangat jelas sebagaimana jelasnya matahari di
siang hari. Oleh karena itu semua manusia harus komitmen pada Syari`ah
Islam yang merupakan pedoman hidup mereka.

Bagaimana Islam berbicara tentang nyanyian dan musik ? Istilah yang biasa
dipakai dalam madzhab Hanafi pada masalah nyanyian dan musik sudah masuk
dalam ruang lingkup maa ta`ummu bihi balwa (sesuatu yang menimpa orang
banyak). Sehingga pembahasan tentang dua masalah ini harus tuntas. Dan
dalam memutuskan hukum pada dua masalah tersebut, apakah halal atau
haram, harus benar-benar berlandaskan dalil yang shahih (benar) dan
sharih (jelas). Dan tajarud, yakni hanya tunduk dan mengikuti sumber
landasan Islam saja yaitu Al- Qur`an, Sunnah yang shahih dan Ijma`. Tidak
terpengaruh oleh watak atau kecenderungan perorangan dan adat-istiadat
atau budaya suatu masyarakat.

Sebelum membahas pendapat para ulama tentang dua masalah tersebut dan
pembahasan dalilnya. Kita perlu mendudukkan dua masalah tersebut.
Nyanyian dan musik dalam Fiqh Islam termasuk pada kategori muamalah atau
urusan dunia dan bukan ibadah. Sehingga terikat dengan kaidah:

Hukum dasar pada sesuatu (muamalah) adalah halal (mubah).

Hal ini sesuai firman Allah SWT. :

`Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu` (QS
Al-Baqarah 29).

Sehingga untuk memutuskan hukum haram pada masalah muamalah termasuk
nyanyian dan musik harus didukung oleh landasan dalil yang shahih dan
sharih. Rasulullah saw. bersabda:

`Sesungguhnya Allah `Aza wa Jalla telah menetapkan kewajiban, janganlah
engkau lalaikan, menetapkan hudud, jangan engkau langgar, mengharamkan
sesuatu jangan engkau lakukan. Dan diam atas sesuatu, sebagai rahmat
untukmu dan tidak karena lupa, maka jangan engkau cari-cari (hukumnya) `
(HR Ad-Daruqutni).

`Halal adalah sesuatu yang Allah halalkan dalam kitab-Nya. Dan haram
adalah sesuatu yang Allah haramkan dalam kitab-Nya. Sedangkan yang Allah
diamkan maka itu adalah sesuatu yang dima`afkan` (HR at-Tirmidzi, Ibnu
Majah dan al-Hakim )

Pada hukum nyanyian dan musik ada yang disepakati dan ada yang
diperselisihkan. Ulama sepakat mengharamkan nyanyian yang berisi
syair-syair kotor, jorok dan cabul. Sebagaimana perkataan lain, secara
umum yang kotor dan jorok diharamkan dalam Islam. Ulama juga sepakat
membolehkan nyanyian yang baik, menggugah semangat kerja dan tidak kotor,
jorok dan mengundang syahwat, tidak dinyanyikan oleh wanita asing dan
tanpa alat musik. Adapaun selain itu para ulama berbeda pendapat, sbb:

Jumhur ulama menghalalkan mendengar nyanyian, tetapi berubah menjadi
haram dalam kondisi berikut:

Jika disertai kemungkaran, seperti sambil minum khomr, berjudi dll.

Jika dikhawatirkan menimbulkan fitnah seperti menyebabkan timbul cinta
birahi pada wanita atau sebaliknya.
Jika menyebabkan lalai dan meninggalkan kewajiban, seperti meninggalkan
shalat atau menunda-nundanya dll.
Madzhab Maliki, asy-Syafi`i dan sebagian Hambali berpendapat bahwa
mendengar nyanyian adalah makruh. Jika mendengarnya dari wanita asing
maka semakin makruh. Menurut Maliki bahwa mendengar nyanyian merusak
muru`ah. Adapun menurut asy-Syafi`i karena mengandung lahwu. Dan Ahmad
mengomentari dengan ungkapannya:` Saya tidak menyukai nyanyian karena
melahirkan kemunafikan dalam hati`.

Adapun ulama yang menghalalkan nyanyian, diantaranya: Abdullah bin
Ja`far, Abdullah bin Zubair, Al-Mughirah bin Syu`bah, Usamah bin Zaid,
Umran bin Hushain, Muawiyah bin Abi Sufyan, Atha bin Abi Ribah, Abu Bakar
Al-Khallal, Abu Bakar Abdul Aziz, Al-Gazali dll. Sehingga secara umum
dapat disimpulkan bahwa para ulama menghalalkan bagi umat Islam
mendengarkan nyanyian yang baik-baik jika terbebas dari segala macam yang
diharamkan sebagaimana disebutkan diatas.

Sedangkan hukum yang terkait dengan menggunakan alat musik dan
mendengarkannya, para ulama juga berbeda pendapat. Jumhur ulama
mengharamkan alat musik. Sesuai dengan beberapa hadits diantaranya, sbb:

`Sungguh akan ada di antara umatku, kaum yang menghalalkan zina, sutera,
khamr dan alat-alat yang melalaikan`. (HR Bukhari)
`Dari Nafi bahwa Ibnu Umar mendengar suara seruling gembala, maka ia
menutupi telingannya dengan dua jarinya dan mengalihkan kendaraannya dari
jalan tersebut. Ia berkata:`Wahai Nafi` apakah engkau dengar?`. Saya
menjawab:`Ya`. Kemudian melanjutkan berjalanannya sampai saya berkata
:`Tidak`. Kemudian Ibnu Umar mengangkat tangannya, dan mengalihkan
kendaraannya ke jalan lain dan berkata: Saya melihat Rasulullah saw.
mendengar seruling gembala kemudian melakukan seperti ini` (HR Ahmad, Abu
Dawud dan Ibnu Majah).
`Dari Umar bin Hushain, bahwa Rasulullah saw. berkata tentang umat ini:`
Gerhana, gempa dan fitnah. Berkata seseorang dari kaum muslimin:`Wahai
Rasulullah kapan itu terjadi?` Rasul menjawab:` Jika biduanita, musik dan
minuman keras dominan` (HR At-Tirmidzi).
Para ulama membicarakan dan memperselisihkan hadits-hadits tentang
haramnya nyanyian dan musik. Hadits pertama diriwayatkan oleh Imam
Bukhari dalam Shahihnya, dari Abi Malik Al Asy`ari ra. Hadits ini
walaupun terdapat dalam hadits shahih Bukhori, tetapi para ulama
memperselisihkannya. Banyak diantara mereka yang mengatakan bahwa hadits
ini adalah mualaq (sanadnya terputus), diantaranya dikatakan oleh Ibnu
Hazm. Disamping itu diantara para ulama menyatakan bahwa matan dan sanad
hadits ini tidak selamat dari kegoncangan (idhtirab). Katakanlah, bahwa
hadits ini shohih, karena terdapat dalam hadits shohih Bukhori, tetapi
nash dalam hadits ini masih bersifat umum, tidak menunjuk alat-alat
tertentu dengan namanya. Batasan yang ada adalah bila ia melalaikan.

Hadits kedua dikatakan oleh Abu Dawud sebagai hadits mungkar. Kalaupun
hadits ini shohih, maka Rasulullah saw. tidak jelas mengharamkannya.
Bahkan Rasulullah saw mendengarkannya sebagaimana juga yang dilakukan
oleh Ibnu Umar. Sedangkan hadits ketiga adalah hadits ghorib. Dan
hadits-hadits lain yang terkait dengan hukum musik, jika diteliti
ternyata tidak ada yang shohih.

Adapun ulama yang menghalalkan musik sebagaimana diantaranya diungkapkan
oleh Imam Asy-Syaukani dalam kitabnya, Nailul Authar adalah sbb: Ulama
Madinah dan lainnya, seperti ulama Dzahiri dan jama`ah ahlu Sufi
memberikan kemudahan pada nyanyian walaupun dengan gitar dan biola`. Juga
diriwayatkan oleh Abu Manshur Al-Bagdadi As-Syafi`i dalam kitabnya bahwa
Abdullah bin Ja`far menganggap bahwa nyanyi tidak apa-apa, bahkan
membolehkan budak-budak wanita untuk menyanyi dan beliau sendiri
mendengarkan alunan suaranya. Dan hal itu terjadi di masa khilafah Amirul
Mukminin Ali ra. Begitu juga Abu Manshur meriwayatkan hal serupa pada
Qodhi Syuraikh, Said bin Al Musayyib, Atho bin abi Ribah, Az-Zuhri dan
Asy-Sya`bi.

Imam Al-Haramain dalam kitabnya, An-Nihayah dan Ibnu Abi Ad-Dunya yang
menukil dari Al-Itsbaat Al-Muarikhiin; bahwa Abdullah bin Zubair memiliki
budak-budak wanita dan gitar. Dan Ibnu Umar pernah kerumahnya ternyata
disampingnya ada gitar , Ibnu Umar berkata:` Apa ini wahai sahabat
Rasulullah saw. kemudian Ibnu Zubair mengambilkan untuknya, Ibnu Umar
merenungi kemudian berkata:` Ini mizan Syami( alat musik) dari Syam?`.
Berkata Ibnu Zubair:` Dengan ini akal seseorang bisa seimbang`. Dan
diriwayatkan dari Ar-Rowayani dari Al-Qofaal bahwa madzhab Malik bin Anas
membolehkan nyanyian dengan alat musik.

Demikianlah pendapat ulama tentang mendengarkan alat musik. Dan jika
diteliti dengan cermat, maka ulama muta`akhirin yang mengharamkan alat
musik karena mereka mengambil sikap waro`(hati-hati). Mereka melihat
kerusakan yang timbul dimasanya. Sedangkan ulama salaf dari kalangan
sahabat dan tabi`in menghalalkan alat musik karena mereka melihat memang
tidak ada dalil baik dari Al-Qur`an maupun hadits yang jelas
mengharamkannya. Sehingga dikembalikan pada hukum asalnya yaitu mubah.

Oleh karena itu bagi umat Islam yang mendengarkan nyanyian dan musik
harus memperhatikan faktor-faktor berikut:



1. Lirik Lagu yang Dilantunkan.

Hukum yang berkaitan dengan lirik ini adalah seperti hukum yang diberikan
pada setiap ucapan dan ungkapan lainnya. Artinya, bila muatannya baik
menurut syara`, maka hukumnya dibolehkan. Dan bila muatanya buruk menurut
syara`, maka dilarang.



2. Alat Musik yang Digunakan.

Sebagaimana telah diungkapkan di muka bahwa, hukum dasar yang berlaku
dalam Islam adalah bahwa segala sesuatu pada dasarnya dibolehkan kecuali
ada larangan yang jelas. Dengan ketentuan ini, maka alat-alat musik yang
digunakan untuk mengiringi lirik nyanyian yang baik pada dasarnya
dibolehkan. Sedangkan alat musik yang disepakati bolehnya oleh jumhur
ulama adalah ad-dhuf (alat musik yang dipukul). Adapun alat musik yang
diharamkan untuk mendengarkannya, para ulama berbeda pendapat satu sama
lain. Satu hal yang disepakati ialah semua alat itu diharamkan jika
melalaikan.



3. Cara Penampilan.

Harus dijaga cara penampilannya tetap terjaga dari hal-hal yang dilarang
syara` seperti pengeksposan cinta birahi, seks, pornografi dan ikhtilath.



4. Akibat yang Ditimbulkan.

Walaupun sesuatu itu mubah, namun bila diduga kuat mengakibatkan hal-hal
yang diharamkan seperti melalaikan shalat, munculnya ulah penonton yang
tidak Islami sebagi respon langsung dan sejenisnya, maka sesuatu tersebut
menjadi terlarang pula. Sesuai dengan kaidah Saddu Adz dzaroi` (menutup
pintu kemaksiatan) .



5. Aspek Tasyabuh atau Keserupaan Dengan Orang Kafir.

Perangkat khusus, cara penyajian dan model khusus yang telah menjadi ciri
kelompok pemusik tertentu yang jelas-jelas menyimpang dari garis Islam,
harus dihindari agar tidak terperangkap dalam tasyabbuh dengan suatu kaum
yang tidak dibenarkan. Rasulullah saw. bersabda:

`Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk mereka` (HR Ahmad dan
Abu Dawud)



6. Orang yang menyanyikan.

Haram bagi kaum muslimin yang sengaja mendengarkan nyanyian dari wanita
yang bukan muhrimnya. Sebagaimana firman Allah SWT.:

`Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain,
jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga
berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah
perkataan yang baik`(QS Al-Ahzaab 32)

Demikian kesimpulan tentang hukum nyanyian dan musik dalam Islam semoga
bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadi panduan dalam kehidupan mereka.
Amiin.

DUNIA MUSIK INDONESIA

Dulu, orang (termasuk juga saya) kebanyakan menganggap dunia hiburan Indonesia sungguh merupakan lelucon karena ketidakmampuannya untuk menunjukkan sesuatu yang dianggap menghibur. Pandangan itu sepertinya mulai menghilang dan digantikan suatu paradigma baru bahwa sesungguhnya Indonesia sendiri dimasa-masa ini telah mulai melahirkan insan-insan yang mampu membawa nama Indonesia ke mata dunia internasional.
kini dunia internasional melihat Indonesia bukanlah anak kecil seperti yang dulu, sekarang Indonesia dapat digambarkan sebagai seorang remaja yang selalu berinovasi untuk menjadi dewasa. dalam menggapai mimpi itu, tidak sedikit seniman Indonesia baik dalam bidang perfilman maupun musik bekerja keras dengan cara mereka sendiri, secara independen, bebas dan kreatif menciptakan suatu karya seni yang mampu bersaing dengan negara lain. Indonesia mulai menunjukkan kebolehannya untuk menduduki peringkat teratas dunia hiburan internasional.
Dalam post-post saya yang lalu, saya menyayangkan dunia film indonesia yang tidak memuaskan dan itu adalah pandangan pribadi saya apapun pendapat anda. saya masih sangsi film indonesia dapat merebut tempat negara lain. Walaupun demikian saya tidak memungkiri bahwa insan-insan perfilman Indonesia mulai bangkit dari tidurnya yang lama.
Beralih dari topik dunia film Indonesia, kini kita beralih ke dunia musik indonesia. Dunia musik Indonesia sudah lama berkembang dan lebih memperlihatkan keindahan alunannya di dunia internasional bila dibandingkan dengan dunia perfilman. musik indonesia sejak tahun-tahun di masa lalu telah menunjukkan warna khasnya. seiring waktu, musik Indonesia semakin berkembang dengan mengembangkan genre musik yang lebih luas. mereka sudah tidak terpaku pada satu genre saja, misalnya pop music saja. kini, musik Indonesia mendengarkan alunan jazz, pop, rock, rap, metal, had rock, nu metal, blues, pop rock, reggae, accapela, alternatives, ballad, hip hop, ska, dll.
Namun bagi saya adalah suatu yang yang mengecewakan bahawa tema musik Indonesia didominasi tema “cinta”. memang ”cinta” -kata yang tidak suka saya ucapkan- adalah ungkapan perasaan manusia -katanya-. karena itulah banyak musisi yang memilih tema cinta. saya mulai berpikir. apa karena tema cinta yang disukai para remaja sehingga pemusik memilih tema itu? yah, itu kan juga salah satu kemungkinan. mungkin saja pemusik memilih tema cinta supaya meraup keuntungan yang lebih besar.
saya kira ada banyak tema yang bisa dipilih; persahabatan, kehidupan, ketuhanan, keindahan, dilema, politik mungkin. saya sudah bosan dengan semua lagu bertemakan cinta. hampir sama dengan sinetron indonesia yang bertema sama. ayolah, berubah. Kotaro Minami aja bisa brubah jadi satria baja hitam, kita pasti juga bisa!
Ada bumbu yang kurang dalam musik-musik Indonesia. Remix and sound effect. yup, memang kurang. musik akan jadi menarik bila ditambahkan mix dan sound fx yang tepat dan tidak berlebihan. khususnya untuk mereka yang vokal. saya rasa alangkah baiknya bila dipadukan dengan sedikit mix dan fx. bahkan untuk mereka yang berkarya dalam band, tidak ada salahnya menambahkan bumbu-bumbu tadi. contoh yang baik adalah musik dari jepang. anak muda disana kreatif banget.
Then bicara sedikit tentang musik jepang. kreatif. bebas. nyantai. mereka cuma mau berkarya tanpa dipengaruhi faktor/pengaruh luar. cuma satu hal yang agak mengganggu pikiran saya bahwa mereka cukup sering menambahkan lyrics bahasa inggris kedalam lagu mereka sehingga yaah.. aneh menurutku. Musik jepang lebih cocok dibawakan dalam bahasa jepang. catatan: aku biasa dengar lagu jepang lewat lagu2 anime-lagu soundtrack , tapi tak masalah karena lagu-lagu anime diambil dari album artists yang sudah dikenal seperti Yui, UVERworld, Orange Range, Younha, Larc en ciel, home made Kazoku, High and Mighty Color, Rythem, dll. kalo masalah lyrics dan terjemahannya aku saya selalu check di www.animelyrics.com situs yang lumayan bagus dan lengkap. lyrics anime dan j-pop bahkan game. di luar lirik musicknya, saya pikir indonesia perlu mencontoh gaya musik dan pembawaan musik jepang.
Kembali ke Indonesia, faktor yang mulai berkembang ke arah positif dalam dunia musik indonesia adalah video klip. kini video klip hits single hits para artis sudah begitu mernarik dan berseni. tidak seperti video2 klip yang dulu saya sayangkan. ini salah satu indikator bahwa bangsa indonesia mulai unjuk gigi. keep up the good job work, directors!
That’s for now, saya menunggu terciptanya dunia musik indonesia yang selalu menanti selalu lebih baik. Dunia musik ini harus selalu berotasi, mengembangkan kelebihan dan menutup kekurangan, bervariasi dan selalu berinovasi dalam karyanya. dunia ini juga harus berevolusi, belajar dari dunia musik negara lain. mungkin demikian.

Senin, 29 Juni 2009

PENDIDIKAN MUSIK. PENTINGKAH?

"Buat apa kamu belajar musik, sudah aja kamu belajar matematika atau fisika, biar kamu jadi anak pintar."

"ah, bu saya nyuruh anak saya les musik biar dia ada kesibukan aja, dari pada dia main gak karuan."

Pernahkah Anda mendengar kedua kalimat di atas atau bahkan Anda sendiri yang pernah mengalaminya? Kita mungkin menyadari bahwa memang pendidikan musik sampai saat ini masih menjadi sesuatu hal yang baru bagi kita yang hidup di Negri tercinta ini. Bagi sebagian masyarakat dan para pemangku kebijakan, musik bukan merupakan sesuatu hal yang penting, musik hanyalah sebagai hiburan, musik hanyalah pengisi waktu bagi anak-anak. Musik tidak akan memberikan kontribusi untuk kehidupan masa datang, musik tidak akan memberikan sesuatu profesi yang menjanjikan. Bahkan dilingkungan sekolah pun masih banyak yang menganggap bahwa musik bukan suatu mata pelajaran yang begitu penting, betulkah?

Banyak guru dan orang tua anak baik itu yang belajar disekolah formal ataupun informal yang memandang sebelah mata tentang pendidikan musik. Sehingga apabila anaknya memiliki kekurangan pada mata pelajaran tertentu, maka orang tua menganggap anaknya "kurang pandai", tetapi apabila anak memiliki nilai bagus pada mata pelajaran seni baik itu seni musik, seni rupa atau seni tari, orang tua menganggap hal tersebut bukan yang luar biasa, padahal anak tersebut mempunyai potensi dalam mata pelajaran tersebut yang bisa dikembangkan lebih lanjut. Nah, disinilah perlunya kesadaran guru dan orang tua untuk mengetahui potensi apa yang terdapat pada anak-anaknya.

Hal yang sama terjadi pada sekolah informal, misalnya kursus musik. Karena anggapan awalnya para orang tua mengkursuskan anaknya hanya untuk mengisi waktu luang saja, maka pengawasan dirumah pun tidak serius, misalnya mengatur jam latihan atau meminta dan mengawasi anaknya untuk berlatih. Kenapa harus orang tua? Karena waktu terbanyak adalah di rumah dalam hal ini orang tualah yang mempunyai waktu terbanyak untuk mengawasi anaknya, guru les hanya bertemu 40-60 menit saja dalam seminggu. Kerjasama orang tua dengan guru les sangat ditekankan dalam hal ini apabila ingin mencapai kesuksesan dalam pendidikan musik.

Berbicara mengenai mata pelajaran di sekolah, pada kurikulum 2007, terdapat sejumlah mata pelajaran yang salah satunya mata pelajaran Seni dan Budaya. Jika diamati uraian bahasannya, mata pelajaran Seni dan Budaya ini terdiri atas bahan ajaran pendidikan seni rupa, seni musik, seni tari dan seni teater.

Mata pelajaran ini disajikan mulai dari kelas 1 SD sampai dengan kelas III SMA, dengan alokasi waktu mungkin sekitar 2 jam pelajaran setiap minggu. Ya, hanya 2 jam saja pelajaran seni diberikan di sekolah. Dengan alokasi waktu yang disediakan dan bahan ajar yang beragam, pada umumnya para guru tidak dapat menyelenggarakan pembelajaran sebagaimana mestinya. Apalagi kalau di sekolah tersebut hanya terdapat guru seni musik saja, maka nyaris pelajaran seni yang lain akan ditinggalkan. Disamping itu, ada diantara mereka yang berpendapat bahwa pendidikan musik merupakan pelajaran yang tidak penting, sangat disayangkan dengan pendapat itu. Alasannya karena mata pelajaran pendidikan musik tidak di-UAN-kan.

Padahal apabila ditelaah lebih lanjut, menurut para ahli, pendidikan musik merupakan sarana yang paling efektif bagi pendidikan kreativitas. Pendidikan musik juga dapat menjadi sarana pendidikan afektif untuk menyalurkan emosi dan ekspresi anak. Selain itu, pendidikan musik dapat menjadi pendidikan keterampilan. Jadi secara konseptual, pendidikan musik sangat besar peranannya bagi proses perkembangan anak, terutama di Sekolah Dasar.

Sebagai materi pembelajaran, mata pelajaran Seni dan Budaya perlu di pahami guru, mau dibawa kemana anak didik kita sehingga tercapai arah yang tepat. Eisner (1972) dan Chapman (1978) mengatakan bahwa, arah atau pendekatan seni baik itu seni rupa, seni musik, seni tari ataupun seni teater, secara umum dapat dipilah menjadi dua pendekatan, yakni seni dalam pendidikan dan pendidikan melalui seni.

Pertama, seni dalam pendidikan. Secara hakiki materi seni penting diberikan kepada anak. Maksudnya adalah, keahlian melukis, menggambar, menyanyi, menari, memainkan musik dan keterampilan lainnya perlu ditanamkan kepada anak dalam rangka pengembangan kesenian dan pelestarian kesenian. Seni dalam pendidikan ini sejalan dengan konsep pendidikan yaitu sebagai proses pembudayaan yang dilakukan dengan upaya mewariskan atau menanamkan nilai-nilai dari generasi tua kepada generasi berikutnya (baca: guru kepada murid). Oleh sebab itu, seni dalam pendidikan merupakan upaya kita sebagai pendidik seni dan juga lembaga yang menaungi kita untuk mewariskan, melestarikan, dan mengembangkan berbagai jenis kesenian yang ada baik lokal maupun mancanegara.

Sangat beragam sekali kesenian yang berkembang di Indonesia ini. Dari mulai kesenian tradisional sampai pada kesenian modern, banyak terhampar di depan mata kita. Misalnya batik, ukiran, anyaman, lukisan, pupuh sunda, gamelan, kecapi, biola, piano, tari tayub dan tari bedaya, balet sampai pada berbagai jenis seni kontemporer. Dari kekayaan tersebut apabila tidak diwariskan kepada anak melalui jalur pendidikan maka kita akan menunggu saatnya kesenian tersebut akan dijauhi oleh anak kita.

Dari uraian di atas, maka seni dalam pendidikan merupakan sebuah program yang mengharapkan siswa pandai dalam bidang seni. Pandai menggambar, pintar menyanyi, terampil dalam menari, pandai memainkan alat musik dan sebagainya. Memang terasa sangat sulit sekali apabila diterapkan pada sekolah umum, karena harus mempertimbangkan kualifikasi guru terhadap bidang seni tertentu, waktu yang cukup, dan sarana- prasarana yang memadai. Tetapi bagi orang tua yang ingin anaknya terampil dalam bidang seni tertentu jangan khawatir, sudah banyak terhampar di depan mata kita sanggar-sanggar, kursus musik, kursus menggambar dan sebagainya, untuk kita pergunakan seoptimal mungkin bagi perkembangan anak kita.

Kedua, pendidikan melalui seni. Plato menyatakan bahwa seni seharusnya menjadi dasar pendidikan. Dari pendapat ini kita bisa beranggapan bahwa sesungguhnya seni atau pendidikan seni mempunyai peranan yang sangat penting dalam menunjang pendidikan secara umum.

Konsep pendidikan melalui seni juga dikemukan oleh Dewey bahwa seni seharusnya menjadi alat untuk mencapai tujuan pendidikan dan bukannya untuk kepentingan seni itu sendiri. Maka melalui pendidikan melalui seni tercapai tujuan pendidikan yaitu keseimbangan rasional dan emosional, intelektual dan kesadaran estetis.

Merujuk pada konsep pendidikan melalui seni, maka pelaksanaannya lebih ditekankan pada proses pembelajaran dari pada produk. Dengan penekanan pada proses pembelajaran, maka sasaran belajar pendidikan seni tidak mengharapkan siswa pandai menyanyi, pandai memainkan alat musik, pandai menggambar dan terampil menari. Melainkan sebagai sarana ekspresi, imajinasi dan berkreativitas untuk menumbuhkan keseimbangan rasional dan emosional, intelektual dan kesadaran estetis. Kalau memang ternyata melalui pendidikan seni dapat menghasilkan seorang seniman maka itu merupakan dampak saja.

Dengan penekanan pada proses pembelajaran, maka guru pun dapat melaksanakannya. Kekurangan kemampuan guru dalam hal pendidikan seni dapat ditutup dengan penggunaan berbagai media pembelajaran yang memadai. Seperti yang telah dipaparkan di atas, pendidikan musik khususnya banyak sekali memberikan kontribusi bagi perkembangan dan keseimbangan rasional, emosional, intelektual dan kesadaran estetis. Banyak sekali hasil penelitian yang memberikan informasi kepada kita tentang pentingnya pendidikan seni khususnya musik bagi perkembangan anak, berikut beberapa hasil penelitian yang penulis rangkum dari Bulletin of the Council for Research in Music Education, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pendidikan musik/pendidikan seni, memudahkan perkembangan anak dalam bahasa dan kecepatan membaca.
2. Aktivitas bermusik/berkesenian sangat bernilai bagi pengalaman anak dalam berekspresi dan lain-lain.
3. Aktivitas bermusik/berkesenian membantu perkembangan sikap positif terhadap sekolah dan mengurangi tingkat ketidakhadiran siswa di sekolah.
4. Keterlibatan dalam kegiatan bermusik/berkesenian secara langsung mempertinggi perkembangan kreativitas.
5. Pendidikan musik/pendidikan seni memudahkan perkembangan sosial, penyesuian diri, dan perkembangan intelektual.
Dari penjelasan-penjelasan di atas, ternyata pendidikan musik sangat penting untuk perkembangan anak di masa depan. Pendidikan musik tidak lagi sebagai mata pelajaran tambahan yang sewaktu-waktu bisa saja dihilangkan atau hanya sekedar pengisi waktu luang bagi anak-anak yang kursus musik. Bukankah pendidikan itu merupakan sesuatu hal yang penting untuk menolong siswa dalam mengembangkan intelektual, emosional dan potensi-potensi yang ada dalam diri mereka? Hal ini merupakan tugas para guru dan orang tua untuk mewujudkan hal tersebut. Maka pendidikan musik/pendidikan seni adalah bagian penting dan efektif untuk mewujudkan hal tersebut, walaupun sampai saat ini masih diragukan dan dikesampingkan.

PENGARUH MUSIK PADA ANAK

Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini adalah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada miring. Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.

Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia.

Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak-anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.

Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat, ritme, dan harmony, demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. Beat mempengaruhi tubuh, ritme mempengaruhi jiwa, sedangkan harmony mempengaruhi roh. Contoh paling nyata bahwa beat sangat mempengaruhi tubuh adalah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol. Kita masih ingat dengan head banger, suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan tubuh itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu indah untuk membantu penyembuhan para pasiennya. Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mempengaruhi jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mempengaruhi roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh manusia masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, manusia mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. Musik yang baik bagi kehidupan manusia adalah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony, ujar Ev. Andreas Christanday.

Seorang ahli biofisika telah melakukan suatu percobaan tentang pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada tempat yang berbeda. Yang satu diletakkan dekat dengan pengeras suara (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan dekat dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang indah dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di dekat speaker lagu-lagu indah tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti nyata bahwa musik sangat mempengaruhi kehidupan makhluk hidup.

Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.

Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, Jikalau Anda merasakan hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi.

Selasa, 23 Juni 2009

MUSIK DAN MASA DEPAN

Ketika Thomas Alva Edison dan Emile Berliner menemukan Phonograph dan Gramophone, musik hadir dan bisa dinikmati dalam bentuk rekaman. Ketika Steve Jobs mengeluarkan ipod, musik hadir dalam bentuk digital. Setidaknya ipod adalah simbolik tepat untuk menggambarkan “Musik di Masa Depan”. Yup, secara global, gejala ini dimulai sekitar tahun 2001, di mana Mac mengeluarkan sebuah alat untuk mendengarkan musik bernama ipod. Fenomenanya sudah terlihat; beberapa orang terlihat ramai menenteng benda kecil putih ini, beberapa kolektor menjual koleksi vinyl dan CD-nya untuk kemudian diconvert dalam bentuk digital agar bisa diputar di ipod, bahkan fasilitas download telah memudahkan semua orang menikmati musik digital.

Berkaitan dengan masalah pasar musik digital, bahkan CEO & Chairman Real Networks Rhapsody, Rob Glaser telah mengungkapkan prediksinya, “ We believe that the global online music market is poised for even greater growth in 2005 and 2006, as broadband becomes ubiquitous and consumers around the world grow comfortable with online services. Real networks will continue to work closely with the global music industry to deliver localised online services that make it easy for music fans to explore and enjoy the music they love." Era musik digital ini telah membuat pasar dunia musik tak hanya dalam bentuk fisik dan konvensional saja, para industri musik digital pun sudah mulai menancapkan kukunya dalam persaingan merebut porsi pasar musik digital. Kita sendiri, sebagai penikmat, hanya tinggal menyiapkan ipod saja, dan mencintai musik yang kita sukai!

Terus apa yang menjadi barometer bahwa musik digital menjadi “Musik di Masa Depan”?

Pertama, tentu saja dalam bidang produksinya yaitu kebangkitan bermunculannya musik elektronik. Bahkan ada slang khusus buat musisi elektronik yaitu “musisi kamar”. Alasannya, karena dengan komputer dan program software fruity loops dan cool edit yang ada di kamar, seorang geek pun bisa menjadi musisi paling keren, bahkan yang tak bisa bermain gitar pun bisa menjadi musisi elektronik. Semua serba dimudahkan, semua serba digampangkan, semua tinggal klik dan beres.

Bolehlah Kraftwerk dikenal sebagai leluhur band elektronik, namun perkembangan musik digital atau musik elektronik tentu berkembang pesat gila-gilaan saat ini. Kalau boleh diibaratkan, mungkin sama dengan rombongan hewan-hewan yang turun gunung akibat hutan kebakaran. Semua jenis musik elektronik sudah mulai tersedia dan bervariasi layaknya aneka ragam fauna yang turun gunung itu. Mulai dari penyuka dance music, IDM, digital ########, glitch music, dan musik-musik yang memakai sampling elektronik. Wuihhh… Kalau menyebut satu persatu bandnya malah bisa ngalahin aneka satwa di Taman Safari.

Barometer kedua, distribusi musik. Selama ini kita mengenal tempat distribusi kaset rekaman hanya sebatas toko konvensional seperti Aquarius atau Disc Tarra kalo di Indonesia. Namun, perkembangan musik digital bahkan memungkinkan fasilitas download yang mendobrak dinding fisik. Tak hanya itu, musik digital bahkan memungkinkan musisinya sendiri yang mendistribusikannya dengan fasilitas download seperti Myspace, PureVolume, dll.

Sebagai sebuah distribusi, mungkin I-tunes adalah contoh yang paling relevan. Meski musik digital rawan pembajakan dan download yang tanpa mengindahkan hak intelektual seperti yang terjadi pada kasus Napster, membuat para musisi di Amerika anti-pati pada Napster. Namun, berbicara pembajakan memang seperti berlari-lari tanpa obor di labirin gelap tanpa akhir. Sebuah topik tanpa akhir. Endless topic. Mari kita bahas masalah ini nanti aja okey…

Kembali ke masalah distribusi musik digital, tentu kita mengenal nama-nama seperti i-tunes untuk luar negeri atau Equinox DMD dan Im:Port untuk skala dalam negerinya yang menyediakan fasilitas download berbayar. Nama-nama distributor itu bahkan tak memiliki toko dalam bentuk fisik, kecuali selain seperangkat komputer. Kini muncul sebuah toko dalam bentuk fisik di kawasan Blitz Megaplex, Bandung bernama Digital Beat Store yang menyediakan fasilitas download berbayar sebesar Rp. 5000/ lagu untuk lagu lokal dan 10.000/ lagu untuk lagu internasional. Kesimpulannya, orang-orang tidak lagi membutuhkan pita atau cakram. Tapi, butuh i-pod!

Bukan tak mungkin jika untuk kedepannya musik digital serta pengembangan infrastruktur berkembang sangat cepatnya tanpa kita sadari. Yang menjadi pertanyaan besarnya, akankah musik digital ini membunuh musik analog? Akankah fasilitas download membunuh kaset/ CD di toko kaset konvensional? Akankah i-pod membunuh walkman dan discman?

Siapkah kita menyambut itu semua?

CINTA, MUSIK DAN KESEHATAN

Musik dan Kesehatan
Sadar atau tidak, musik dapat memengaruhi hidup seseorang. Hanya dengar musik, suasana ruang batin seseorang dapat dipengaruhi. Entah apakah itu suasana bahagia ataupun sedih, bergantung pada pendengar itu sendiri. Yang pasti, musik dapat memberi semangat pada jiwa yang lelah, resah dan lesu. Apalagi yang lagi jatuh cinta, musik seakan-akan dapat menjadi bensin untuk menyemangati perjalanan cinta seseorang.
bz! Percaya atau tidak, musik juga dapat berfungsi sebagai terapi kesehatan. Ketika seseorang dengar musik, gelombang listrik yang ada di otak pendengar dapat diperlambat atau dipercepat.Dan, kinerja sistem tubuh pun mengalami perubahan. Bahkan, musik mampu mengatur hormon-hormon yang mempengaruhi stres seseorang, serta mampu meningkatkan daya ingat. Musik dan kesehatan memiliki kaitan erat, dan tidak diragukan bahwa dengan mendengarkan musik kesukaan mampu membawa Anda dalam mood yang baik dengan waktu yang singkat.
Musik juga memiliki kekuatan untuk memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah sesuai dengan frekuensi, tempo, dan volumenya. Makin lambat tempo musik, denyut jantung semakin lambat dan tekanan darah menurun. Akhirnya, pendengar pun terbawa dalam suasana rileks, baik itu pada pikiran maupun pada tubuh. Makanya, sejumlah rumah sakit di luar negeri mulai menerapkan terapi musik pada pasiennya yang mengalami rawat inap.
Ada beberapa fakta tentang musik yang bermanfaat:
1. Menyembuhkan sakit punggung kronis
Musik bekerja pada sistem saraf otonom yaitu bagian sistem saraf yang bertanggung jawab mengontrol tekanan darah, denyut jantung dan fungsi otak, yang mengontrol perasaan dan emosi. Menurut penelitian, kedua sistem tersebut bereaksi sensitif terhadap musik. Ketika kita merasa sakit, kita menjadi takut, frustasi dan marah yang membuat kita menegangkan ratusan otot dalam punggung. Mendengarkan musik secara teratur membantu tubuh relaks secara fisik dan mental, sehingga membantu menyembuhkan dan mencegah sakit punggung. Para ahli yakin setiap jenis musik klasik seperti Mozart atau Beethoven dapat membantu sakit otot. Musik lambat dan santai juga dapat membantu.
2. Meningkatkan olahraga
Para ahli mengatakan bahwa mendengarkan musik selama olahraga dapat memberikan olahraga yang lebih baik dalam beberapa cara, di antaranya meningkatkan daya tahan, meningkatkan mood dan mengalihkan Anda dari setiap pengalaman yang tidak nyaman selama olahraga. Jenis musik terbaik untuk olah raga adalah musik dengan musik tempo tinggi seperti hip hop atau musik dansa.
3. Memberi rasa santai dan nyaman atau refreshing
Kadang saat pikiran kita lagi bete dan buntu, bingung, tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan mendengarkan musik, segala pikiran bisa kembali segar. Hasilnya, kita bersemangat kembali mengerjakan sesuatu yang tertunda.
4. Meningkatkan intelegensia
Salah satu istilah untuk sebuah efek yang bisa dihasilkan sebuah musik yang memiliki kemampuan untuk meningkatkan intelegensia seseorang, yaitu efek mendengarkan musik Mozart. Hal ini sudah terbukti. Ketika seorang ibu yang sedang hamil duduk tenang, seakan terbuai alunan musik tadi yang juga ia perdengarkan di perutnya. Hal ini dimaksudkan agar kelak si bayi akan memiliki tingkat intelegensia yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang dibesarkan tanpa diperkenalkan pada musik. Dengan cara tertentu, otak pun akan distimulasi untuk “belajar” segala sesuatu lewat nada-nada musik. Selain itu, musik-musik yang berirama klasik adalah jenis musik yang dianjurkan banyak pakar buat ibu hamil dan si bayi. Yaitu bisa mencerdaskan bayi dan juga bisa memberi ketenangan buat ibu hamil.
5. Meningkatkan motivasi
Motivasi adalah hal yang hanya bisa dilahirkan dengan perasaan dan mood tertentu. Apabila ada motivasi, semangat pun akan muncul dan segala kegiatan bisa dilakukan. Begitu juga sebaliknya, jika motivasi terbelenggu, maka semangat pun menjadi luruh, lemas, tak ada tenaga untuk beraktivitas. Coba saja diingat saat upacara bendera setiap Senin pagi yang diwajibkan menyanyikan lagu wajib nasional itu, semata-mata kan hanya untuk menimbulkan motivasi mencintai negeri, mengenang jasa pahlawan, dan memberi semangat baru pada pesertanya. Hal ini seharusnya berlaku juga pada irama mars yang merupakan irama untuk mengobarkan semangat perjuangan.
6. Pengembangan kepribadian
Perkembangan kepribadian seseorang juga memengaruhi dan dipengaruhi oleh jenis musik yang didengar. Jika waktu kecil kita suka mendengarkan lagu-lagu anak-anak, waktu sudah besar kita pun akan memilih sendiri jenis musik yang kita sukai. Pemilihan jenis musik yang disukai bisa dibilang membantu kita untuk memberikan nuansa hidup yang kita butuhkan.
7. Mencegah kehilangan daya ingat
Bagi banyak orang yang mengalami kehilangan daya ingat dimana berbicara dengan bahasa menjadi tidak berguna. Musik dapat membantu pasien mengingat nada atau lagu dan berkomunikasi dengan sejarah mereka. Ini karena bagian otak yang memproses musik terletak sebelah memori. Para peneliti menunjukkan bahwa orang dengan kehilangan daya ingat merespon lebih baik terhadap jenis musik pilihannya.
8. Membantu melahirkan
Ibu hamil yang mengalami rasa sakit saat melahirkan, mendengarkan musik akan sangat membantu. Bentuk ekspresi ini dapat menyembuhkan sakit dalam tubuh dan membantu otot relaks.
Dokter menganjurkan jenis musik klasik atau musik masa kini tetapi mendengarkan musik pilihan sendiri juga baik.
9. Menyembuhkan depresi
Musik terbukti dapat menurunkan denyut jantung. Ini membantu menenangkan dan merangsang bagian otak yang terkait ke aktivitas emosi dan tidur. Peneliti dari Science University of Tokyo menunjukkan bahwa musik membantu menurunkan tingkat stress dan gelisah. Penelitian menunjukan bahwa jenis musik klasik adalah terbaik dalam membantu mengatasi depresi.
10. Membantu anak sebelum operasi
Mendengarkan musik bagi anak yang tengah menunggu operasi dapat membantu menyembuhkan ketakutan dan gelisah karena musik membantu menenangkan ketegangan otot. Meskipun tidak ada musik khusus, musik-musik yang akrab bagi anak-anak jelas yang terbaik.
Dunia ini tanpa ada musik, ibarat sayur tanpa garam. Iya kan? Buktinya, di semua sekolah unggulan atau non-unggulan memasukkan mata pelajaran musik sebagai materi wajib dan diperkaya dengan kegiatan ekstrakurikuler. Di mana materi pelajaran musik yang diajarkan meliputi musik universal dan musik tradisional. Selain itu, tampaknya hasil pembelajaran akan musik ini pun juga menghasilkan nilai positif, bahkan kadang dengan musik ada teman kita yang masih duduk di bangku sekolah mampu berkarya melalui grup band dan akhirnya terkenal.
Kalau sudah begini, apa masih ada yang nggak suka musik?